Lab. Semen dan Beton1

 

     Untuk membangun suatu bangunan yang baik dan layak dapat ditinjau dari kualitas semen yang digunakan. Semen merupakan salah satu bahan dasar yang sangat penting dan esensial dalam membangun suatu bangunan. Dengan harapan, semakin bagus kualitas bangunan yang kita miliki, maka kualitas bangunan yang dihasilkan dapat lebih terjaga. Semen sebagai komponen beton berfungsi sebagai bahan pengikat anorganik. Secara umum sifat utamanya adalah mengikat dengan adanya air dan mengeras secara hidrolik binder (perekat hidrolik) yang berarti bahwa senyawa-senyawa yang terkandung di dalam semen tersebut dapat bereaksi dengan air dan membentuk zat yang baru yang bersifat perekat terhadap yang lain. Sifat pengikatan semen ditentukan oleh susunan kimia yang dikandungnya. Untuk pengujian mutu produk semen meliputi uji kimia dan uji fisika dilakukan secara reguler terhadap seluruh pabrik semen di Indonesia.

     Laboratorium semen Balai Besar Bahan dan Barang Teknik telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan register No. LP-007-IDN, sesuai aturan persyaratan standar ISO/IEC 17025.

Lab. Semen dan Beton2

 

Adapun ruang lingkup pengujian semen di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, tertera dalam bagan sebagai berikut:

Lab. Semen dan Beton3