Lab. RoHS1

    Dalam industri elektronik peringatan tentang bahan-bahan berbahaya yang dapat mencemari lingkungan serta beracun bagi manusia seperti Cr (VI), Pb, Hg, Cd, PBB dan PBDE menjadi perhatian serius bagi para pengusaha elektronik di dunia. Pembatasan bahan-bahan berbahaya sudah dimulai dari makanan, kemudian merambah ke peralatan elektronik, kemudian dilanjutkan dengan peralatan-peralatan yang lain. Bahkan tidak mustahil suatu saat semua barang-barang yang diproduksi akan ramah lingkungan, tidak mengandung bahan berbahaya sedikitpun.

    Ada beberapa standar yang digunakan sebagai acuan pembatasan bahan berbahaya untuk produk elektronika diantaranya adalah Waste Electrical dan Electronic Equipment (WEEE) 2002/96/EC yang kemudian diimplementasikan ke peraturan RoHS yaitu tentang pembatasan kandungan bahan berbahaya (Restriction of Hazardous Substance/RoHS). RoHS dibuat bertujuan untuk menjaga kesehatan manusia dan lingkungan dengan memperketat pemakaian substansi berbahaya pada peralatan listrik dan elektronik.

    Untuk mengetahui tingkat pemakaian substansi berbahaya menurut RoHS pada sebuah raw material maka dilakukan uji kandungan (uji komposisi kimia). Uji kandungan tersebut melalui beberapa cara sebagai berikut :

  1. Cd, Pb, Hg dilakukan menggunakan uji
    • ICP (Inductively Coupled Plasma) Atomic Emission Spectrometry
    • XRF (X-Ray Fluorescence Spectrometry)
    • Gas Chromatography/Mass Spectrometer (GC/MS)
    • Atomic Absorption Spectrometer (AAS)
  2. CR (VI) dilakukan dengan menggunakan uji UV-VIS (Ultra Violet Visible Spectrometry)
  3. PBB dan PBDE dilakukan dengan menggunakan uji laboratorium

    PBB dan PBDE hanya digunakan pada plastik dan turunannya sehingga peralatan elektronik jarang sekali (atau hampir tidak) menggunakan campuran tersebut. Biasanya laporan yang tertera pada hasil uji adalah Cd, Pb, Hg, dan Cr (VI) saja.

   Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa produk tersebut aman untuk digunakan.

   Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) telah dapat melakukan pengujian RoHS dengan metode IEC 62321.

 

Layanan Pengujian

Pelayanan yang dapat diberikan antara lain :

  1. Screening menggunakan X-Ray.
  2. Analisa basah untuk menentukan kandungan zat berbahaya yang terdapat dalam sampel.

 

Peralatan Uji
Peralatan yang dimiliki B4T :

  1. Microwave Digestion System (Multiwae 3000)
  2. Energy Dispersive X-Ray Fluoroscence – (HORIBA)
  3. Atomic Absorption Spectrometer (AAS)
  4. Ultraviolet/Visible Spectrofotometer (UV/VIS)
  5. Flow Injection Mercury Instrument (FIMS 400)

 

Atomic Absorption Spectrometer (AAS) Lab. RoHS2

 

Lab. RoHS4 Microwave Digestion System (Multiwave 3000)

  • Persiapan sampel menggunakan microwave multiwave terbukti lebih efisien dan bersih, terutama untuk teknik analisis multi-elemen
  • Persiapan sampel akan lebih cepat
  • Memiliki berbagai variasi reagen dan metodologi

 

Lab. RoHS5 Energy Dispersive X-Ray Fluoroscence (EDXRF) – (HORIBA)

  • Dirancang khusus untuk pengukuran 5 elemen (Pb / Cd / Cr / Hg / Br) dengan sensitivitas tinggi
  • EDXRF akan melakukan screening terhadap komposisi sampel
  • Screening non destructive untuk sampel seragam

 

Lab. RoHS6 Flow Injection Mercury Instrument (FIMS 400)

  • Spesifik untuk penentuan Hg
  • Berdasarkan teknik injeksi alir, FIMS sangatlah otomatis, cepat, dan efisien
  • FIMS dikendalikan dari PC dengan menggunakan software WinLab32

 

Lab. RoHS7 Ultraviolet/Visible Spectrofotometer (UV/VIS)

  • Photometric Accuracy 0.002Abs(0~0.5Abs), 0.004Abs(0.5~1Abs), 0.3T(0~100%T)
  • Photometric Repeatability 0.001Abs(0~0.5Abs), 0.1%T