• Video Archives
1 2 3 4

Pengujian Bahan

Pengujian Bahan dapat dilakukan pada berbagai Produk Cat, Oli atau Pelumas, Cairan Rem, Radiator Coolant, Bahan Bakar dan berbagai Produk Kimia lainnya, Genteng, Asbes, Bata, Beton beserta unsur-unsurnya, Semen, Pupuk, Mineral atau Batuan, berbagai jenis Air dan Limbah Industri dalam rangka kesesuaian dengan persyaratan standar yang berlaku seperti SNI, ASTM, British Standard,  JIS, atau standar lainnya. Untuk pengujian Mutu Produk Semen meliputi Uji Kimia dan Uji Fisika dilakukan secara regular terhadap seluruh Pabrik Semen di Indonesia. Laboratorium Pengujian Bahan didukung oleh :
  • Laboratorium Semen
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium Lingkungan
  • Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Jadi
Laboratorium Pengujian Bahan telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan register No. LP–007–IDN, sesuai aturan persyaratan standar  ISO / IEC 17025.

  • Pengujian
  • Balai Besar Bahan dan Barang Teknik
  • Telepon              :  ( 022 4088,251 0682,250 4828 Ext : 431
  • Fax                     :  ( o22 ) 250 2027
  • E-mail                  :  pengujian @b4t.go.id
  • Layanan sms      :  0811 228 444
  • Layanan keluhan :  ( o22 ) 250 7626

Chemical Lab


Bahan-bahan/Produk yang diuji Jenis Pengujian / Sifat yang diukur Keterangan
  • Besi Cor
  • Baja Karbon
  • Baja Spiral
  • Kadar karbon (C)
  • Kadar silikon (Si)
  • Kadar mangan (Mn)
  • Kadar belerang (S)
  • Kadar fosfor (P)
  • Kadar vanadium (V) *
  • Kadar neobium (Ne) **
  • Metode Pengujian :
-  SNI  07–0308–1989 -  ASTM  E.350 – 1987/ 2002 -  ASTM  E.353 – 2002 -  ASTM  E.30 – 1956 -  SNI  07–4604–1998
  • Lama Pengujian :
14 hari kalender
  • Jumlah sampel minimal :
  • BJLS/Pipa/Lembaran/Kawat/ Roll/Baut dan Mur/Baja Tulangan dan Tempaan
  • Kadar karbon (C)
  • Kadar silikon (Si)
  • Kadar mangan (Mn)
  • Kadar belerang (S)
  • Kadar fosfor (P)
  • Berat lapis seng
  • Tebal lapis seng
  • Metode Pengujian :
-  SNI  07–0308–1989 -  ASTM  E.350 – 1987/ 2002 -  ASTM  E.30 – 1956 -  ASTM  B.499 –1996 -  SNI  07–2053–1995
  • Lama Pengujian :
14 hari kalender
  • Jumlah sampel minimal :
  • PVC
  • Bau dan Rasa
  • Ekstraksi Pb
  • Ekstraksi Sn
  • Kadar PVC sbg vinil klorida
  • Kadar Plastisizer
  • Metode Pengujian :
- American Public Health Association American Water Work Association Environ Meat Federation Standard Method for Examination of Water and Waste Water 18th Edition 1992 2150 B APHA Washinton DC - SNI 06–2517–199 - SNI 06–4823–1998 - SNI 19–0084–2002
  • Lama Pengujian :
14 hari kalender
  • Jumlah sampel minimal :
  • Pelumas
  • Kinematik viscosity  40oC
  • Kinematik viscosity  100oC
  • Viscosity Index
  • Flash Point
  • Fire Point
  • Fuel diluent
  • Water content
  • Foaming  :
-  seq. I   25  oC -  seq. II   95  oC -  seq. III   25  oC
  • Metode Pengujian :
-  ASTM  D.445 – 2001 -  ASTM  D.92 – 2001 -  ASTM  D.95 – 2001 -  ASTM  D.322 – 2001 -  ASTM  D.892 – 2001 -  ASTM  D.2270 – 2001
  • Lama Pengujian :
14 hari kalender
  • Jumlah sampel minimal :


Cement Lab


Bahan-bahan / Produk yang diuji Jenis Pengujian /Sifat yang diukur Keterangan
  1. Semen Portland Tipe I, II, III, IV, dan V
  2. Semen Portland Putih SNI 15–0129–2004
  3. Semen Portland Komposit SNI 15–7064–2004
  4. Semen Pemboran SNI 15–3044–1995
  5. Semen Portland Pozolan SNI 15–0302–2004
  6. Semen Portland Campur SNI 15–3500–2004
KIMIA
  • Bagian tak larut
  • Silikon dioksida (SiO2 ) dengan bagian tak larut
  • Golongan amonium hidroksida (NH4OH)
  • Besi (III) oksida (Fe2O3) dengan bagian  tak larut
  • Aluminium oksida  (Al2O3)
  • Kalsium oksida  (CaO)
  • Magnesium oksida (MgO)
  • Kalsium oksida bebas (CaO  bebas)
  • Sulfur trioksida  (SO3)
  • Hilang pijar (LOI)
  • Total alkali sebagai Na2O
Metode Pengujian :
  • SNI 15–2049–2004
  • ASTM C 114–03
  • BS 12 / 1996
Lama Pengujian : 35 hari kalender Jumlah sampel minimal : 7 kg dalam kondisi kedap udara
  1. Semen  Portland Tipe  I, II, III, IV, dan V
  2. Semen Pemboran (OWC) SNI 15–3044–1995
  3. Semen Portland Putih  SNI 15–0129–2004
  4. Semen Portland Komposit SNI 15–7064–2004
  5. Semen Portland Pozolan SNI 15–0302–2004
  6. Semen Portland Campur SNI 15–3500–2004
FISIKA
  • Kuat Tekan 1, 3, 7 dan 28 hari
  • Kehalusan dengan alat Blaine
  • Waktu pengikatan dengan alat Vicat
  • Kekekalan bentuk dengan Autoclave
  • Pengikatan semu
  • Panas hidrasi (untuk type II dan IV)
  • Pemuaian karena sulfat
  • Uji derajat warna putih dengan alat Kettmeter
  • Kandungan udara dalam mortar
  • Kehalusan, sisa di atas ayakan 45 m
Metode Pengujian :
  • SNI 15–2049–2004
  • ASTM C 109/C 109M–02
  • ASTM  C 204–00
  • ASTM  C 191–01a
  • ASTM  C 151–00
  • ASTM  C 451–99
  • ASTM  C 186–98
  • ASTM  C 452–02
  • ASTM  C 185–02
  • BS EN 196–1–1995
  • BS EN 196–1–1994
  • BS EN 196–3–1995
  • BS EN 196–3–1995
  • SLS  107 : Part 2 :1995
  • SNI 15–0129–2004
Lama Pengujian : 35 hari kalender Jumlah sampel minimal : 7 kg dalam kondisi kedap udara
  1. Semen Pozolan Kapur SNI 15-0301-1989
  2. Semen Masonry SNI 15-3758-200
  • Kekekalan bentuk dengan Autoclave
  • Waktu pengikatan dengan alat Gillmore
  • Kuat Tekan
  • Kehalusan sisa di atas ayakan 1,2 mm
  • Kandungan udara (Semen Masonry)
Metode Pengujian :
  • SNI  15–0301–1989
  • ASTM  C 151–00
  • ASTM  C 266 – 99
  • ASTM  C 91 – 03
  • ASTM  C 430 – 96
  • BS EN 196–3–1995
  • SLS 107 : Part 2 :1995
Lama Pengujian : 35 hari kalender Jumlah sampel minimal : 7 kg dalam kondisi kedap udara


Environmental Laboratory


Bahan-bahan / Produk yang diuji Jenis Pengujian /Sifat yang diukur Keterangan
Air
  • Penetapan pH dalam air
  • Kebutuhan oksigen kimiawi dalam air
  • Kadar residu suspensi dalam air
  • Kadar residu terlarut dalam air
  • Kadar Krom dalm air dengan SSA secara langsung
  • Kadar Minyak dan Lemak dalam air
  • Kadar Cu dalam Air dengan SSA secara langsung
  • Kadar Timbal dalam Air dengan SSA secara langsung
  • Kadar Kadmium dalam Air dengan SSA secara langsung
Metode Pengujian :
  • SNI  06–1140–1989
  • SNI  06–1423–1989
  • SNI  06–1135–1989
  • SNI  06–1136–1989
  • SNI  06–1660–1989
  • SNI  06–2511–1991
  • SNI  06–2514–1991
  • SNI  06–2517–1991
  • SNI  06–2466–1991
Lama Pengujian : .......hari kalender Jumlah sampel minimal :


Concrete and Building Laboratory


Bahan-bahan / Produk yang diuji Lingkup Pengujian Keterangan
Agregat Halus (Pasir)
  • Analisa Ayak
  • Kadar Lumpur
  • Kadar Zat Organik
  • Kadar Lempung
  • Berat Jenis & Penyerapan Air
  • Kekekalan
  • Kekerasan
  • Sifat Alkali Reaktif
  • Butiran Ringan
  • Bobot Isi
  • SNI 03-1969-1990/ASTM C 136
  • SNI 03-1754-1990/ASTM C 117
  • SNI 03-1755-1990/ASTM C 40
  • ASTM C 142
  • SNI 03-1970-1990/ASTM C 128
  • SNI 03-1758-1990/ASTM C 88
  • SNI 03-1750-1990
  • SNI 03-1768-1990/ASTM C 289
  • SNI 03-3416-1994/ASTM C 113
  • ASTM C 29
Agregat Kasar
  • Analisa Ayak
  • Kadar Lumpur
  • Kadar Lempung
  • Bobot Isi
  • Bagian Ringan
  • Kepipihan Agregat Kasar
  • Kekekalan
  • Berat Jenis & Penyerapan Air
  • Sifat Alkali Reaktif
  • Abrasi
  • Kekerasan
  • SNI 03-1969-1990/ASTM C 136
  • SNI 03-1753-1990/ASTM C 136
  • ASTM C 142
  • ASTM C 29
  • SNI 03-3416-1994/ASTM C 113
  • SNI 03-1765-1990
  • SNI 03-1758-1994/ASTM C 80
  • SNI 03-1970-1990/ASTM C 128
  • SNI 03-1768-1990/ASTM C 289
  • SNI 03-3795-1995/ASTM C 131
  • SNI 03-1757-1994
Kubus dan Silinder Beton
  • Kuat Tekan Beton
  • Kuat Lentur Beton
  • Kuat Tarik Belah
  • Permeabilitas
  • Modulus Elastisitas
  • Berat Jenis
  • Perawatan Laboratorium
  • Mix-design
  • SNI 03-1974-1990/ASTM C 39
  • ASTM C 293 / ASTM C 78
  • SNI 03-2491-1991/ASTM C 496
  • DIN 1048
  • ASTM C 469
  • SNI 03-1973-1990
  • SNI 03-2493-199/ASTM C 113
  • SNI 03-2834-2000
Beton Inti
  • Pengambilan Contoh Pengujian
  • SNI 03-2492-1991
  • SNI 03-3403-1994
Marmer
  • Kuat Lentur
  • Kekekalan
  • Abrasi
  • Kuat Tekan
  • SNI 15-0089-1987
Batu Alam
  • Kuat Tekan
  • Kekekalan
  • Abrasi
  • Ketahanan Hancur
  • Berat Jenis & Penyerapan Air
  • SNI 03-0394-1989
Ubin
  • Kuat Lentur
  • Abrasi
  • SNI 15-0136-1987 (Teraso)
  • SNI 03-0028-1987 (Ubin Semen)
Genteng Beton
  • Kuat Lentur
  • Kedap Air
  • Penyerapan Air
  • SNI 03-0096-1990
Genteng Keramik
  • Kuat Lentur
  • Kedap Air
  • SNI 03-2095-1991
Genteng Baja dengan Butiran
  • Kuat Lentur
  • Daya Tahan terhadap Tekuk
  • Daya Tahan terhadap Pukulan
  • Daya Tahan terhadap Semprotan
  • Daya Tahan terhadap Panas
  • Kedap Air
  • SNI 03-1588-1989
Bata Merah
  • Kuat Tekan
  • Kadar Garam
  • SNI 15-2049-1991
Bata Beton Pejal
  • Kuat Tekan
  • Penyerapan Air
  • SNI 03-0348-1989
Bata Beton Berlubang
  • Kuat Tekan
  • Penyerapan Air
  • SNI 03-0349-1989
Paving Block
  • Abrasi
  • Kekekalan
  • Kuat Tekan
  • SNI 03-0691-1990
Admixture
  • Workability
  • Setting Time
  • Kuat Tekan
  • ASTM C494


Laboratorium Pengujian Bahan terdiri dari beberapa laboratorium uji meliputi :
  • Laboratorium Semen
Pengujian mutu produk semen baik uji kimia maupun uji fisika dilakukan secara reguler terhadap seluruh produk pabrik semen di Indonesia berdasarkan kontrak kerja dengan acuan SNI, ASTM, BS atau JIS.
  • Laboratorium Kimia
Pengujian bahan-bahan organik, cat, pelumas dan bahan bakar, analisis kimia logam, analisis korosi, macam-macam pupuk, mineral & batuan dan lain-lain.
  • Laboratorium Lingkungan
Pengujian berbagai jenis produk dan bahan kimia seperti air minum, air untuk industri, air pengisi ketel uap, air sumber, air limbah, air suling, limbah padat, limbah cair.
  • Laboratorium Beton dan Bangunan Jadi
Pengujian berbagai jenis bahan baku untuk elemen bangunan jadi (genteng, asbes, bata beton) serta beton dan unsur-unsurnya (batu pecah, pasir baton dan bahan tambahan lainnya).
  • Contoh yang akan diuji dibawa ke B4T beserta kelengkapan data contoh secara rinci, dan didaftarkan di bagian Penerimaan Contoh
  • Contoh yang dibawa atau dikirim harus sesuai dengan persyaratan standar baik jumlah minimal maupun keadaan contoh yang akan diuji
  • Penerima Contoh mengkaji permintaan pengujian contoh ( baik yang dibawa atau dikirim ) dan bila perlu meminta bantuan manajer teknik atau kepala laboratorium yang bersangkutan
  • Penerima Contoh memverifikasi contoh dan jumlahnya untuk memastikan bahwa contoh sesuai uraian yang ada berdasarkan permintaan pelanggan, dan memastikan bahwa contoh diterima dalam keadaan baik dan jumlahnya mencukupi. Abnormalitas direkam dan dikomunikasikan dengan pelanggan. Jika terdapat kerusakan atau tidak sesuai pada contoh tersebut, yang dianggap mempengaruhi hasil pengujian, contoh dapat ditolak atau dikonfirmasi ulang ke pelanggan
  • Penerima contoh mengidentifikasi contoh yang diterima dengan memberikan pengkodean dan label contoh sesuai dengan prosedur penanganan barang / contoh yang diuji
  • Pelanggan menerima formulir permintaan pengujian (formulir F 01/02) dan menandatangani kontrak pengujian serta membayar uang muka pengujian sebesar 50%
  • Pelanggan mendapat tanda terima uang muka dan menerima berita acara penyerahan barang / contoh yang diuji.