Ruang Lingkup
Pengujian Bahan dapat dilakukan pada berbagai Produk Cat, Oli atau Pelumas, Cairan Rem, Radiator Coolant, Bahan Bakar dan berbagai Produk Kimia lainnya, Genteng, Asbes, Bata, Beton beserta unsur-unsurnya, Semen, Pupuk, Mineral atau Batuan, berbagai jenis Air dan Limbah Industri dalam rangka kesesuaian dengan persyaratan standar yang berlaku seperti SNI, ASTM, British Standard, JIS, atau standar lainnya.
Untuk pengujian Mutu Produk Semen meliputi Uji Kimia dan Uji Fisika dilakukan secara regular terhadap seluruh Pabrik Semen di Indonesia.
Laboratorium Pengujian Bahan didukung oleh :
- Laboratorium Semen
- Laboratorium Kimia
- Laboratorium Lingkungan
- Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Jadi
Laboratorium Pengujian Bahan telah diakreditasi oleh
Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan register No.
LP–007–IDN, sesuai aturan persyaratan standar
ISO / IEC 17025.

- Balai Besar Bahan dan Barang Teknik
- Telepon : ( 022 4088,251 0682,250 4828 Ext : 431
- E-mail : pengujian @b4t.go.id
- Layanan sms : 0811 228 444
- Layanan keluhan : ( o22 ) 250 7626
| Bahan-bahan/Produk yang diuji |
Jenis Pengujian /
Sifat yang diukur |
Keterangan |
|
|
|
- SNI 07–0308–1989
- ASTM E.350 – 1987/ 2002
- ASTM E.353 – 2002
- ASTM E.30 – 1956
- SNI 07–4604–1998
14 hari kalender
|
- BJLS/Pipa/Lembaran/Kawat/ Roll/Baut dan Mur/Baja Tulangan dan Tempaan
|
|
- SNI 07–0308–1989
- ASTM E.350 – 1987/ 2002
- ASTM E.30 – 1956
- ASTM B.499 –1996
- SNI 07–2053–1995
14 hari kalender
|
|
|
- Kadar PVC sbg vinil klorida
|
- American Public Health Association American Water Work Association Environ Meat Federation Standard Method for Examination of Water and Waste Water 18th Edition 1992 2150 B APHA Washinton DC
- SNI 06–2517–199
- SNI 06–4823–1998
- SNI 19–0084–2002
14 hari kalender
|
|
|
- Kinematik viscosity 100oC
- seq. I 25 oC
- seq. II 95 oC
- seq. III 25 oC |
- ASTM D.445 – 2001
- ASTM D.92 – 2001
- ASTM D.95 – 2001
- ASTM D.322 – 2001
- ASTM D.892 – 2001
- ASTM D.2270 – 2001
14 hari kalender
|
|
|
| Bahan-bahan / Produk yang diuji |
Jenis Pengujian /Sifat yang diukur |
Keterangan |
- Semen Portland Tipe I, II, III, IV, dan V
- Semen Portland Putih SNI 15–0129–2004
- Semen Portland Komposit SNI 15–7064–2004
- Semen Pemboran SNI 15–3044–1995
- Semen Portland Pozolan SNI 15–0302–2004
- Semen Portland Campur SNI 15–3500–2004
|
KIMIA
- Bagian tak larut
- Silikon dioksida (SiO2 ) dengan bagian tak larut
- Golongan amonium hidroksida (NH4OH)
- Besi (III) oksida (Fe2O3) dengan bagian tak larut
- Aluminium oksida (Al2O3)
- Kalsium oksida (CaO)
- Magnesium oksida (MgO)
- Kalsium oksida bebas (CaO bebas)
- Sulfur trioksida (SO3)
- Hilang pijar (LOI)
- Total alkali sebagai Na2O
|
Metode Pengujian :
- SNI 15–2049–2004
- ASTM C 114–03
- BS 12 / 1996
Lama Pengujian :
35 hari kalender
Jumlah sampel minimal :
7 kg dalam kondisi kedap udara |
- Semen Portland Tipe I, II, III, IV, dan V
- Semen Pemboran (OWC) SNI 15–3044–1995
- Semen Portland Putih SNI 15–0129–2004
- Semen Portland Komposit SNI 15–7064–2004
- Semen Portland Pozolan SNI 15–0302–2004
- Semen Portland Campur SNI 15–3500–2004
|
FISIKA
- Kuat Tekan 1, 3, 7 dan 28 hari
- Kehalusan dengan alat Blaine
- Waktu pengikatan dengan alat Vicat
- Kekekalan bentuk dengan Autoclave
- Pengikatan semu
- Panas hidrasi (untuk type II dan IV)
- Pemuaian karena sulfat
- Uji derajat warna putih dengan alat Kettmeter
- Kandungan udara dalam mortar
- Kehalusan, sisa di atas ayakan 45 m
|
Metode Pengujian :
- SNI 15–2049–2004
- ASTM C 109/C 109M–02
- ASTM C 204–00
- ASTM C 191–01a
- ASTM C 151–00
- ASTM C 451–99
- ASTM C 186–98
- ASTM C 452–02
- ASTM C 185–02
- BS EN 196–1–1995
- BS EN 196–1–1994
- BS EN 196–3–1995
- BS EN 196–3–1995
- SLS 107 : Part 2 :1995
- SNI 15–0129–2004
Lama Pengujian :
35 hari kalender
Jumlah sampel minimal :
7 kg dalam kondisi kedap udara |
- Semen Pozolan Kapur SNI 15-0301-1989
- Semen Masonry SNI 15-3758-200
|
- Kekekalan bentuk dengan Autoclave
- Waktu pengikatan dengan alat Gillmore
- Kuat Tekan
- Kehalusan sisa di atas ayakan 1,2 mm
- Kandungan udara (Semen Masonry)
|
Metode Pengujian :
- SNI 15–0301–1989
- ASTM C 151–00
- ASTM C 266 – 99
- ASTM C 91 – 03
- ASTM C 430 – 96
- BS EN 196–3–1995
- SLS 107 : Part 2 :1995
Lama Pengujian :
35 hari kalender
Jumlah sampel minimal :
7 kg dalam kondisi kedap udara |
|
|
| Bahan-bahan / Produk yang diuji |
Jenis Pengujian /Sifat yang diukur |
Keterangan |
| Air |
- Penetapan pH dalam air
- Kebutuhan oksigen kimiawi dalam air
- Kadar residu suspensi dalam air
- Kadar residu terlarut dalam air
- Kadar Krom dalm air dengan SSA secara langsung
- Kadar Minyak dan Lemak dalam air
- Kadar Cu dalam Air dengan SSA secara langsung
- Kadar Timbal dalam Air dengan SSA secara langsung
- Kadar Kadmium dalam Air dengan SSA secara langsung
|
Metode Pengujian :
- SNI 06–1140–1989
- SNI 06–1423–1989
- SNI 06–1135–1989
- SNI 06–1136–1989
- SNI 06–1660–1989
- SNI 06–2511–1991
- SNI 06–2514–1991
- SNI 06–2517–1991
- SNI 06–2466–1991
Lama Pengujian :
.......hari kalender
Jumlah sampel minimal : |
| Bahan-bahan / Produk yang diuji |
Lingkup Pengujian |
Keterangan |
| Agregat Halus (Pasir) |
- Analisa Ayak
- Kadar Lumpur
- Kadar Zat Organik
- Kadar Lempung
- Berat Jenis & Penyerapan Air
- Kekekalan
- Kekerasan
- Sifat Alkali Reaktif
- Butiran Ringan
- Bobot Isi
|
- SNI 03-1969-1990/ASTM C 136
- SNI 03-1754-1990/ASTM C 117
- SNI 03-1755-1990/ASTM C 40
- ASTM C 142
- SNI 03-1970-1990/ASTM C 128
- SNI 03-1758-1990/ASTM C 88
- SNI 03-1750-1990
- SNI 03-1768-1990/ASTM C 289
- SNI 03-3416-1994/ASTM C 113
- ASTM C 29
|
| Agregat Kasar |
- Analisa Ayak
- Kadar Lumpur
- Kadar Lempung
- Bobot Isi
- Bagian Ringan
- Kepipihan Agregat Kasar
- Kekekalan
- Berat Jenis & Penyerapan Air
- Sifat Alkali Reaktif
- Abrasi
- Kekerasan
|
- SNI 03-1969-1990/ASTM C 136
- SNI 03-1753-1990/ASTM C 136
- ASTM C 142
- ASTM C 29
- SNI 03-3416-1994/ASTM C 113
- SNI 03-1765-1990
- SNI 03-1758-1994/ASTM C 80
- SNI 03-1970-1990/ASTM C 128
- SNI 03-1768-1990/ASTM C 289
- SNI 03-3795-1995/ASTM C 131
- SNI 03-1757-1994
|
| Kubus dan Silinder Beton |
- Kuat Tekan Beton
- Kuat Lentur Beton
- Kuat Tarik Belah
- Permeabilitas
- Modulus Elastisitas
- Berat Jenis
- Perawatan Laboratorium
- Mix-design
|
- SNI 03-1974-1990/ASTM C 39
- ASTM C 293 / ASTM C 78
- SNI 03-2491-1991/ASTM C 496
- DIN 1048
- ASTM C 469
- SNI 03-1973-1990
- SNI 03-2493-199/ASTM C 113
- SNI 03-2834-2000
|
| Beton Inti |
- Pengambilan Contoh Pengujian
|
- SNI 03-2492-1991
- SNI 03-3403-1994
|
| Marmer |
- Kuat Lentur
- Kekekalan
- Abrasi
- Kuat Tekan
|
|
| Batu Alam |
- Kuat Tekan
- Kekekalan
- Abrasi
- Ketahanan Hancur
- Berat Jenis & Penyerapan Air
|
|
| Ubin |
|
- SNI 15-0136-1987 (Teraso)
- SNI 03-0028-1987 (Ubin Semen)
|
| Genteng Beton |
- Kuat Lentur
- Kedap Air
- Penyerapan Air
|
|
| Genteng Keramik |
|
|
| Genteng Baja dengan Butiran |
- Kuat Lentur
- Daya Tahan terhadap Tekuk
- Daya Tahan terhadap Pukulan
- Daya Tahan terhadap Semprotan
- Daya Tahan terhadap Panas
- Kedap Air
|
|
| Bata Merah |
|
|
| Bata Beton Pejal |
- Kuat Tekan
- Penyerapan Air
|
|
| Bata Beton Berlubang |
- Kuat Tekan
- Penyerapan Air
|
|
| Paving Block |
- Abrasi
- Kekekalan
- Kuat Tekan
|
|
| Admixture |
- Workability
- Setting Time
- Kuat Tekan
|
|