INDUSTRI KOMPONEN ELEKTRONIKA DI INDONESIA

Bandung, 5 September 2018 – Kementerian Perindustrian mendorong industri komponen elektronika di dalam negeri dapat terus tumbuh dan berkembang serta berperan menjadi bagian penting dari rantai pasok untuk produk dunia. Terlebih lagi, berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), industri elektronika termasuk salah satu sektor prioritas karena memiliki tingkat pertumbuhan tinggi.
karena itu, industri komponennya termasuk ke dalam industri pendukung yang perlu terus didorong pengembangannya, sehingga dapat mencapai target yang diharapkan. Pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai kebijakan strategis yang dapat mendukung berkembangnya kinerja industri elektronika dan komponennya di dalam negeri.
Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) sebagai satker BLU di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian mendorong industri elektronika melalui proses pengujian komponen elektronika dengan lingkup pengujian komponen resistor yang meliputi parameter inspeksi resistor, uji di dalam chamber, uji impuls, uji tegangan; lingkup pengujian komponen switch dan relay yang meliputi parameter inspeksi saklar, uji endurance, uji ketahanan terhadap panas dandana piji kekuatan dielektrik, uji bakar, uji inrush current; serta lingkup pengujian komponen inductor dan lilitan yang meliputi parameter inspeksi penandaan, inspeksi konstruksi, inspeksi jarak bebas dan jarak rambat, uji bakar, inspeksi dan pengukuran pemisah antar lilitan, inspeksi dan pengukuran insulasi antara bagian berbahaya dan bagian yang mudah disentuh, dan uji komponen tegangan tinggi.
Untuk mengurangi rasio impor komponen elektronika sebesar 20%, pemerintah telah mengundang investasi asing untuk berinvestasi di Indonesia dalam industri elektronik. Dimana sejumlah asosiasi industri elektronika di Indonesia yang telah berkontribusi dalam industri elektronika antara lain GABEL (Gabungan Elektronika Indonesia), APERLINDO (Asosiasi Produsen Lampu Indonesia), AILKI (Asosiasi Industri Luminer Kelistrikan Indonesia), GAMATRINDO (Gabungan Industri Manufaktur Lampu Terpadu Indonesia), APPI (Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia), APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), APNATEL (Asosiasi Perusahaan Telekomunikasi Indonesia).
Nilai impor komponen elektronika mencapai Rp 49,55 trilyun yang meliputi industri komponen IC untuk produk Audio-Video, AC inverter, computer, dll sebesar Rp 15,62 trilyun; industi
komponen PCB untuk produk Audio-Video, ITE product, dan Telecom product sebesar Rp 13,88 trilyun; industri komponen connector, adaptor, socket, plug for optical fibres, co-axial cable untuk Telecom product sebesar Rp 7,85 trilyun; industri komponen fixed resistors, variable resistors, dan electric heating resistors untuk produk TV, Audio-Video, AC, mesin cuci, dll sebesar Rp 2,47 trilyun; industri komponen optical fibre cable untuk Telecom product sebesar Rp 1,98 trilyun; industri komponen co-axial cable untuk Telecom product sebesar Rp1,68 trilyun; industri komponen switches untuk produk TV, Audio-Video, AC, lemari pendingin, mesin cuci, pompa air, setrika, dll sebesar Rp 1,17 trilyun; industri komponen fuses untuk produk TV, monitor, dll sebesar Rp 1,14 trilyun; industri komponen stepper and spindle motors (AC and DC) < 1 kW untuk product AC, pompa, dll sebesar Rp 1,09 trilyun; industri komponen Motor AC < 1 kW untuk product AC, pompa, dll sebesar Rp 1,04 trilyun; industri komponen Compressor for home appliances untuk produk AC, refrigerator sebesar Rp 0,96 trilyun; industri komponen capasitors untuk produk TV, Audio-Video, AC, mesin cuci sebesar Rp 0,46 trilyun, industri komponen Elektrical cables untuk semua produk elektronika sebesar Rp 0,21 trilyun.
Guna mendorong peningkatan produktivitas yang optimum dalam bidang industri komponen elektronika, harus ada kerjasama yang baik dengan membangun hubungan yang harmonis antara pimpinan perusahaan, manajemen dan karyawan sehingga tercipta kerja yang baik.
Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

Leave a Comment

Indonesian ID English EN